Saat ini belum ada kesepakatan terhadap istilah “sistem informasi manajemen”. Beberapa penulis cenderung memilih istilah seperti “sistem pengolahan informasi”, “sistem informasi/keputusan”, atau sekedar “sistem informasi” sehubungan dengan sistem pengolahan informasi berdasarkan komputer yang dirancang untuk mendukung fungsi operasi manajemen, dan keputusan sebuah organisasi.
Sebuah organisasi mengadakan transaksi-transaksi dan aktivitasnya yang harus diolah agar dapat menjalankan kegiatan sehari-hari. Dalam dunia bisnis dan pendidikan misalnya; daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan kebutuhan yang harus dibutuhkan, potensi pendidikan, peluang pengembangan dll:
Hal tersebut adalah kegiatan pengolahan data dan dianggap hanya pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat untuk tugas semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi manajemen melaksanakan pula tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Sistem pengolahan informasi adalah yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida di mana lapisan dasarnya terdiri dari informasi untuk pengolahan data, transaksi, penjelasan status, dan lain sebagainya, lapisan berikut terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari, lapisan ketiga terdiri dari sumber sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen dan lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.
Definisi sebuah sistem manajemen, istilah yang dikenal umum masyarakat adalah sebuah sistem manusia / mesin yang terpadu (integrated), untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman,model, mamajemen, keputusan dan sebuah “data base”.
Jumat, 05 November 2010
Sistem Manajemen Informasi Sebagai Sumberdaya
Sistem Manajemen informasi sebagai sumberdaya antara manusia/mesin berdasarkan komputer
Pada dasarnya setiap manusia dapat membahas sistem informasi manajemen tanpa komputer, tetapi adalah kemampuan komputer yang membuat SIM terwujud. Persoalannya bukan dipakai atau tidaknya komputer dalam sebuah sistem informasi manajemen, tetapi adalah sejauh mana berbagai proses akan dikomputerkan. Gagasan suatu informasi/keputusan berdasarkan komputer tidak berarti automatisasi total. Konsep sistem manusia/mesin menyiratkan bahwa sebagian tugas dilaksanakan oleh manusia dan lainnya dilakukan oleh mesin. Dalam sebagian besar persoalan manusia dan mesin membentuk sebuah sistem gabungan dengan hasil yang diperoleh melalui serangkaian dialog dan interaksi antara komputer dan seorang manusia pengolah.
Interaksi manusia/mesin diperkaya melalui “on-line” dimana terminal masukan/keluaran (input-output) dihubungkan pada komputer untuk memberikan masukan dan pengeluaran langsung pada penerapan dari keadaan semacam itu. Operasi on-line diperlukan untuk dialog manusia/mesin, tetapi ada banyak tugas pengolahan juru tulis yang lebih efisien tanpa masukan/keluaran terminal.
Kenyataan bahwa sebuah SIM adalah berdasarkan komputer berarti para perancang harus memiliki pengetahuan cukup mengenai komputer dan penggunaannya dalam pengolahan informasi. Perancang sebuah sistem informasi manajemen harus memahami kemampuan manusia sebagai pengolah informasi dan perilaku manusia dalam pengambilan keputusan.
Pada dasarnya setiap manusia dapat membahas sistem informasi manajemen tanpa komputer, tetapi adalah kemampuan komputer yang membuat SIM terwujud. Persoalannya bukan dipakai atau tidaknya komputer dalam sebuah sistem informasi manajemen, tetapi adalah sejauh mana berbagai proses akan dikomputerkan. Gagasan suatu informasi/keputusan berdasarkan komputer tidak berarti automatisasi total. Konsep sistem manusia/mesin menyiratkan bahwa sebagian tugas dilaksanakan oleh manusia dan lainnya dilakukan oleh mesin. Dalam sebagian besar persoalan manusia dan mesin membentuk sebuah sistem gabungan dengan hasil yang diperoleh melalui serangkaian dialog dan interaksi antara komputer dan seorang manusia pengolah.
Interaksi manusia/mesin diperkaya melalui “on-line” dimana terminal masukan/keluaran (input-output) dihubungkan pada komputer untuk memberikan masukan dan pengeluaran langsung pada penerapan dari keadaan semacam itu. Operasi on-line diperlukan untuk dialog manusia/mesin, tetapi ada banyak tugas pengolahan juru tulis yang lebih efisien tanpa masukan/keluaran terminal.
Kenyataan bahwa sebuah SIM adalah berdasarkan komputer berarti para perancang harus memiliki pengetahuan cukup mengenai komputer dan penggunaannya dalam pengolahan informasi. Perancang sebuah sistem informasi manajemen harus memahami kemampuan manusia sebagai pengolah informasi dan perilaku manusia dalam pengambilan keputusan.
Selasa, 06 April 2010
Akuntansi Jasa Bank
Safe Deposite Box
Adalah jasa yang diberikan oleh Bank untuk penyimpanan surat-surat atau benda-benda berharga.
Contoh: Perhiasan, Surat-surat berharga.
Adalah jasa yang diberikan oleh Bank untuk penyimpanan surat-surat atau benda-benda berharga.
Contoh: Perhiasan, Surat-surat berharga.
- Keamanan barang-barang tersebut dijamin oleh perbankan karena untuk membuka kotak penyimpanan diperlukan 2 kunci yaitu kunci yang dipegang oleh pihak bank dan pihak penyewa.
- Tidak semua pegawai bank bisa membuka kotak penyimpanan hanya pegawai yang telah dtunjuk oleh pihak Bank saja.
- Merupakan transaksi jasa perbankan yang memberikan pendapatan bagi Bank yang besar kecilnya pendapatan bergantung pada lamanya sewa
Simpanan Berjangka
Deposito
Berjangka merupakan simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan setelah jangka waktu yang telah disetujui berakhir.
Akuntansi Simpanan Berjangka
Akuntansi untuk mencatat transaksi simpanan berjangka ini meliputi pembelian simpanan berjangka, perhitungan dan pembukuan bunga, pencairan simpanan berjangka pada saat jatuh tempo dan perpanjangan simpanan berjangka secara rollover.
Pencairan Simpanan Berjangka Yang Telah Jatuh Waktu.
Simpanan berjangka, sesuai dengan perjanjianya, baru dapat dicairkan oleh si pemegang pada saat jatuh waktu. Bagi simpanan berjangka yang telah jatuh tempo tapi belum dicairkan oleh si pemegang, sebaiknya oleh bank memisahkan rekening ini ke dalam kelompok simpanan berjangka yang sudah jatuh tempo dan dijabarkan sebagai hutang jangka pendek karena sifatnya yang sewaktu-waktu dapat dicairkan oleh si pemegang. Tujuan dari penyajian ini adalah untuk mendukung penyajian dalam laporan keuangan yang dapat dipergunakan untuk tujuan analisis keuangan pengelolaan likuiditas bank.
Pencairan simpanan Berjangka Yang Belum Jatuh Waktu
Dalam kasus seperti ini, bank seharusnya memberikan suku bunga yang berbeda dari suku bunga yang telah disepakati semula atau yang telah dicatat dalam sertifikat simpanan berjangka.
Pemegang rekening simpanan berjangka akan dikenakan denda (penalty). Penalty merupakan selisih antara bunga yang seharusnya dibayarkan dengan mempergunakan suku bunga baru kepada si pemegang rekening dengan bunga yang telah dibayarkan kepada si pemegang rekening.
Perpanjangan Simpanan Berjangka secara Automatic Rollover
Simpanan berjangka memiliki bunga yang lazimya dibayarkan dibelakang, artinya saat jatuh waktu atau jatuh bunga ( setiap bulannya ) . Alternatif lain adalah membayar seluruh bunga dimuka, yaitu pada saat nasabah membayar pembelian simpananan berjangka.
Pencairan Simpanan Berjangka Yang Dibayar Dimuka
Pada prinsipnya pencairan simpanan berjangka yang bunganya telah dibayarkan di muka apabila hendak dicairkan sebelum atau sesudah jatuh waktu akan sama dengan simpanan berjangka yang bunga dibayar setiap tanggal jatuh bunga seperti yang telah dibahas diatas.
Pencairan Simpanan Berjangka Yang Pemegangya Tutup Usia
Untuk proses penyelesaian pencairan simpanan berjangka yang pemiliknya tutup usia, penyelesaiannya akan dipengaruhi oleh berapa lama simpanan berjangka tersebut telah outstanding.
Berjangka merupakan simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan setelah jangka waktu yang telah disetujui berakhir.
Akuntansi Simpanan Berjangka
Akuntansi untuk mencatat transaksi simpanan berjangka ini meliputi pembelian simpanan berjangka, perhitungan dan pembukuan bunga, pencairan simpanan berjangka pada saat jatuh tempo dan perpanjangan simpanan berjangka secara rollover.
Pencairan Simpanan Berjangka Yang Telah Jatuh Waktu.
Simpanan berjangka, sesuai dengan perjanjianya, baru dapat dicairkan oleh si pemegang pada saat jatuh waktu. Bagi simpanan berjangka yang telah jatuh tempo tapi belum dicairkan oleh si pemegang, sebaiknya oleh bank memisahkan rekening ini ke dalam kelompok simpanan berjangka yang sudah jatuh tempo dan dijabarkan sebagai hutang jangka pendek karena sifatnya yang sewaktu-waktu dapat dicairkan oleh si pemegang. Tujuan dari penyajian ini adalah untuk mendukung penyajian dalam laporan keuangan yang dapat dipergunakan untuk tujuan analisis keuangan pengelolaan likuiditas bank.
Pencairan simpanan Berjangka Yang Belum Jatuh Waktu
Dalam kasus seperti ini, bank seharusnya memberikan suku bunga yang berbeda dari suku bunga yang telah disepakati semula atau yang telah dicatat dalam sertifikat simpanan berjangka.
Pemegang rekening simpanan berjangka akan dikenakan denda (penalty). Penalty merupakan selisih antara bunga yang seharusnya dibayarkan dengan mempergunakan suku bunga baru kepada si pemegang rekening dengan bunga yang telah dibayarkan kepada si pemegang rekening.
Perpanjangan Simpanan Berjangka secara Automatic Rollover
Simpanan berjangka memiliki bunga yang lazimya dibayarkan dibelakang, artinya saat jatuh waktu atau jatuh bunga ( setiap bulannya ) . Alternatif lain adalah membayar seluruh bunga dimuka, yaitu pada saat nasabah membayar pembelian simpananan berjangka.
Pencairan Simpanan Berjangka Yang Dibayar Dimuka
Pada prinsipnya pencairan simpanan berjangka yang bunganya telah dibayarkan di muka apabila hendak dicairkan sebelum atau sesudah jatuh waktu akan sama dengan simpanan berjangka yang bunga dibayar setiap tanggal jatuh bunga seperti yang telah dibahas diatas.
Pencairan Simpanan Berjangka Yang Pemegangya Tutup Usia
Untuk proses penyelesaian pencairan simpanan berjangka yang pemiliknya tutup usia, penyelesaiannya akan dipengaruhi oleh berapa lama simpanan berjangka tersebut telah outstanding.
Senin, 05 April 2010
Konsep Dasar Akuntansi
Beberapa konsep dasar akuntansi adalah sebagai berikut :
1) Entitas Akuntansi (Accounting Entity)
2) Kesinambungan (Going Concern)
3) Periode Akuntansi (Accounting Period)
4) Objektif (Objective)
5) Pengukuran dalam satuan uang (Monetary Measurement Unit)
6) Harga Pertukaran (Historical Cost)
7) Penandingan beban dengan pendapatan (Matching Cost Against Revenue)
Siklus Akuntansi terbagi menjadi beberapa tahapan, yaitu tahap :
1) Analisis Transaksi
2) Jurnal
3) Posting jurnal ke buku besar
4) Neraca Saldo
5) Jurnal Penyesuaian
6) Neraca Lajur
7) Jurnal Penutup
8) Penyusunan Laporan Keuangan
9) Neraca Saldo Setelah Penutupan
10) Jurnal Balik
1) Entitas Akuntansi (Accounting Entity)
2) Kesinambungan (Going Concern)
3) Periode Akuntansi (Accounting Period)
4) Objektif (Objective)
5) Pengukuran dalam satuan uang (Monetary Measurement Unit)
6) Harga Pertukaran (Historical Cost)
7) Penandingan beban dengan pendapatan (Matching Cost Against Revenue)
Siklus Akuntansi terbagi menjadi beberapa tahapan, yaitu tahap :
1) Analisis Transaksi
2) Jurnal
3) Posting jurnal ke buku besar
4) Neraca Saldo
5) Jurnal Penyesuaian
6) Neraca Lajur
7) Jurnal Penutup
8) Penyusunan Laporan Keuangan
9) Neraca Saldo Setelah Penutupan
10) Jurnal Balik
Tujuan/Manfaat Akuntansi
Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu entitas kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Yang dimaksud dengan entitas adalah badan usaha/perusahaan/organisasi yang mempunyai kekayaan sendiri.
Dari sisi pengguna informasi dari kalangan eksternal, terbagi menjadi 2 yaitu :
• pemakai eksternal yang berkepentingan langsung terhadap informasi akuntansi
contoh : investor dan kreditor
• pemakai eksternal yang tidak berkepentingan langsung misalnya Analis Ekonomi, pegawai dan Lembaga-lembaga Pemerintah
Dari sisi pengguna informasi dari kalangan eksternal, terbagi menjadi 2 yaitu :
• pemakai eksternal yang berkepentingan langsung terhadap informasi akuntansi
contoh : investor dan kreditor
• pemakai eksternal yang tidak berkepentingan langsung misalnya Analis Ekonomi, pegawai dan Lembaga-lembaga Pemerintah
Pengertian Akuntansi
Akuntansi dapat didefinisikan berdasarkan dua aspek penting yaitu :
1) Penekanan pada aspek fungsi yaitu pada penggunaan informasi akuntansi.
Berdasarkan aspek fungsi akuntansi didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu yang menyajikan informasi yang penting untuk melakukan suatu tindakan yang efisien dan mengevaluasi suatu aktivitas dari organisasi.
Informasi tersebut penting untuk perencanaan yang efektif, pengawasan dan pembuatan keputusan oleh manajemen serta memberikan pertanggungjawaban organisasi kepada investor, kreditor, pemerintah dan lainnya.
2) Penekanan pada aspek aktivitas dari orang yang melaksanakan proses akuntansi.
Dalam aspek ini orang yang melaksanakan proses akuntansi harus :
• Mengidentifikasikan data yang relevan dalam pembuatan keputusan.
• Memproses atau menganalisa data yang relevan.
• Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pembuatan keputusan.
1) Penekanan pada aspek fungsi yaitu pada penggunaan informasi akuntansi.
Berdasarkan aspek fungsi akuntansi didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu yang menyajikan informasi yang penting untuk melakukan suatu tindakan yang efisien dan mengevaluasi suatu aktivitas dari organisasi.
Informasi tersebut penting untuk perencanaan yang efektif, pengawasan dan pembuatan keputusan oleh manajemen serta memberikan pertanggungjawaban organisasi kepada investor, kreditor, pemerintah dan lainnya.
2) Penekanan pada aspek aktivitas dari orang yang melaksanakan proses akuntansi.
Dalam aspek ini orang yang melaksanakan proses akuntansi harus :
• Mengidentifikasikan data yang relevan dalam pembuatan keputusan.
• Memproses atau menganalisa data yang relevan.
• Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pembuatan keputusan.
Langganan:
Postingan (Atom)
